<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FSI Al Kaun's Weblog™</title>
	<atom:link href="http://fsialkaun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fsialkaun.wordpress.com</link>
	<description>Meneladani Ash Shabiqunal Awwalun menuju Kemuliaan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2009 02:32:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fsialkaun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7c808424d104efef3f746140d4ab3da3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FSI Al Kaun's Weblog™</title>
		<link>http://fsialkaun.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Air Zam &#8211; Zam dan Keutamaannya</title>
		<link>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/10/30/air-zam-zam-dan-keutamaannya/</link>
		<comments>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/10/30/air-zam-zam-dan-keutamaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 02:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l5155st™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekilas Info]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[air zam - zam]]></category>
		<category><![CDATA[dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fsialkaun.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Definisi
Zamzam adalah sumur yang diberkahi lagi terkenal berada di Masjidil-Haram di sebelah timur Ka’bah.
Adapun asal-usul sumur ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma – dari sebuah hadits yang panjang – bahwasannya Hajar ibu Isma’il rahimahumallah ketika merasa dahaga, ia dan anaknya (Isma’il) mencari air. Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma berkata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=222&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="text-decoration:underline;">Definisi</span></strong></p>
<p>Zamzam adalah sumur yang diberkahi lagi terkenal berada di Masjidil-Haram di sebelah timur Ka’bah.</p>
<p>Adapun asal-usul sumur ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari <em>rahimahullah</em> dari Ibnu ‘Abbas <em>radliyallaahu ‘anhuma </em>– dari sebuah hadits yang panjang – bahwasannya Hajar ibu Isma’il <em>rahimahumallah </em>ketika merasa dahaga, ia dan anaknya (Isma’il) mencari air. Ibnu ‘Abbas <em>radliyallaahu ‘anhuma </em>berkata :</p>
<p>فَلَمَّا أَشْرَفَتْ عَلَى الْمَرْوَةَ سَمِعَتْ صَوْتًا فَقَالَتْ : (صَهٍ) &#8211; تُرِيْدُ نَفْسَهَا &#8211; ثُمَّ تَسَمَّعَتْ أَيْضًا فَقَالَتْ : قَدْ أَسْمَعْتَ إِنْ كَانَ عِنْدَكَ غِوَاثٌ، فَإِذَا هِيَ بِالْمَلَكِ عِنْدَ مَوْضِعِ زَمْزَمَ، فَبَحَثَ بِعَقِبِهِ &#8211; أَوْ قَالَ بِجَنَاحِهِ &#8211; حَتَّى ظَهَرَ الْمَاءَ، فَجَعَلَتْ تَحُوْضُهُ وَتَقُولُ بِيَدِهَا هَكَذَا، وَجَعَلَتْ تَغْرِفُ مِنَ الْمَاءِ فِي سِقَائِهَا وَهُوَ يَفُورُ بَعْدَ مَا تَغْرِفُ. قَالَ ابنُ عَبَّاس : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَرْحَمُ اللهُ أُمَّ إِسْمَاعِيْلَ لَوْ تَرَكَتْ زَمْزَمَ &#8211; أَوْ قَالَ : لَوْ لَمْ تَغْرِفْ مِنَ الْمَاءِ &#8211; لَكَانَتْ زَمْزَمُ عَيْنًا مَعِيْنًا. قَالَ : فَشَرِبَتْ وَأَرْضَعَتْ وَلَدَهَا.</p>
<p>“Maka ketika berada di Marwah, ia mendengar suara : <em>‘Diamlah’</em> – suara tersebut tertuju pada dirinya &#8211; . Kemudian Hajar ingin mendengarkan lagi dengan seksama, dan akhirnya ia pun mendengarnya. Hajar berkata : ‘Sesungguhnya engkau telah memperdengarkan kepadaku, adakah bantuan darimu ?’.</p>
<p>Ternyata ia adalah malaikat<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn1">[1]</a> yang berada di tempat zamzam. Maka malaikat itu mencari sumber air dengan tumitnya – atau : sayapnya – hingga keluarlah air. Lalu Hajar membuat kolam<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn2">[2]</a>, ia berkata dengan tangannya begini, dan kemudian ia mulai menggayung air untuk meminumnya. Hal tersebut dilakukan dengan cepat setelah menggayung”. Ibnu ‘Abbas berkata : “Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda : <em>“Semoga Allah merahmati Isma’il, seandainya saja ia membiarkan zamzam, atau seandainya ia tidak menggayung, maka air zamzam akan mengalir terus”</em>.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn3">[3]</a> “Maka ia meminum airnya dan menyusui bayinya”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn4">[4]<span id="more-222"></span></a></p>
<p>Air zamzam masih terus keluar dan dimanfaatkan oleh penduduk Makkah hingga kabilah Jurhum<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn5">[5]</a> meremehkan kehormatan Ka’bah dan negeri Haram, sehingga tempat keluarnya air zamzam tersebut menghilang. Ada yang berpendapat bahwa kabilah Jurhum yang telah mengubur sumber air zamzam tersebut ketika mereka pergi ke Makkah, dan ada juga yang mengatakan bahwa sumber air zamzam terkubur oleh banjir. Hal ini terus berlanjut masa demi masa hingga akhirnya dibuka kembali oleh ‘Abdul-Muthallib bin Hasyim – kakek Nabi <em>shallllaahu ‘alaihi wa sallam </em>– dengan mengetahui berbagai tanda hingga diketahui tempatnya; yaitu ketika ia diingatkan dalam satu mimpi di saat tidurnya, lalu ia diperintahkan untuk menggalinya. Maka digalilah tempat yang ditunjukkan tersebut hingga terpancarlah air zamzam tersebut.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Sesungguhnya sejak masa Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> hingga saat ini, kaum muslimin sangat memperhatikan zamzam.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn7">[7]</a> Para khalifah dan para ulama serta para pemimpin kaum muslimin sangat ingin membangun sumur zamzam, merenovasi, dan memeliharanya dengan baik agar jama’ah haji dan para peziarah negeri Haram mendapatkan pahala kemudahan dalam meminumnya secara leluasa.</p>
<p>Adapun sebab air tersebut dinamakan dengan zamzam adalah karena faktor banyak dan melimpahnya. Dan kata zamzam menurut orang ‘Arab bermakna melimpah dan mengumpul. Ada yang berpendapat lain, yaitu karena Hajar – ibnu Isma’il – mengumpulkannya ketika air tersebut keluar, lalu ia membuat semacam kolam. Ada juga yang berpendapat lain, yaitu karena suara airnya yang bergemuruh dan meluap-luap ketika keluar. Dan pendapat-pendapat yang lainnya.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Air zamzam mempunyai banyak nama yang menunjukkan pada keagungan dan keutamaannya, diantaranya adalah : Maimuunah, Mubaarakah, ‘Aafiyyah, dan Maghdziyyah.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn9">[9]</a></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Keistimewaan Air Zamzam</span></strong></p>
<p>Diantara keistimewaan zamzam dan keberkahannya adalah bahwa Allah <em>ta’ala </em>telah mengistimewakannya dengan kekhususan-kekhususan yang mulia, yang terpenting adalah :</p>
<p>1.     Air zamzam merupakan air terbaik di dunia, baik ditinjau dari segi syari’at agama maupun kesehatan.</p>
<p>Dari Ibnu ‘Abbas <em>radliyallaahu ‘anhuma</em>, ia berkata : Telah bersabda Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> :</p>
<p>خَيْرُ الْمَاءِ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ&#8230;</p>
<p><em>“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam…”</em>.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Dzarr <em>radliyallaahu ‘anhu</em> – pada kisah Isra’ Mi’raj – bahwasannya Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda :</p>
<p>فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَام فَفَرَّجَ صَدْرِيْ، ثُمَّ غَسَلَهُ بِمَاءٍ زَمْزَمَ&#8230;.</p>
<p><em>“Maka Jibril ‘alaihis-salaam turun dan membelah dadaku, kemudian ia mencucinya dengan air zamzam….”</em>.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn11">[11]</a></p>
<p>Al-‘Aini <em>rahimahullah </em>berkata :</p>
<p>وهذا يدل قطعا على فضلها، حيث اختص غسل صدره عليه الصلاة والسلام بمائها دون غيرها</p>
<p>“Hal ini menunjukkan dengan pasti keutamaannya, dimana pencucian dada Nabi <em>‘alaihish-shalaatu was-salaam</em> dikhususkan dengan air zamzam, tanpa selainnya”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn12">[12]</a></p>
<p>Oleh karena itu, Sirajjudin Al-Bulqini<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn13">[13]</a> berkata :</p>
<p>إن ماء زمزم أفضل من ماء الكوثر، معللا ذلك بكونه غسل النبي صلى الله عليه وسلم، ولم ليغسل إلا بأفضل المياه.</p>
<p>“Sesungguhnya air zamzam lebih baik dibandingkan air Al-Kautsar dengan dasar karena dipakai untuk mencuci dada Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>. Dan tidaklah dada beliau dicuci kecuali dengan air yang terbaik”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn14">[14]</a></p>
<p>Secara lahiriyah bahwa pemuliaan air zamzam dinisbatkan dengan air-air yang ada di dunia saja seperti yang dikatakan oleh beberapa ulama. Karena air (telaga) Al-Kautsar termasuk yang menyangkut hari akhir. Oleh karena itu, tidak dapat dibandingkan dengan salah satu bagian dari air-air di dunia.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn15">[15]</a> Sebagaimana hadits yang memuliakannya : <em>“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam”</em> ; menunjukkan hal tersebut. <em>Wallaahu a’lam</em>.</p>
<p>Al-Haafidh Al-‘Iraqiy<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn16">[16]</a> <em>rahimahullah </em>menyebutkan bahwa hikmah di balik pencucian dada Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> dengan air zamzam adalah agar Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam </em>menjadi kuat dalam memandang malaikat-malaikat langit dan bumi, surga dan neraka; karena dari keistimewaan air zamzam bahwasannya ia dapat lebih meneguhkan hati dan menentramkan perasaan.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn17">[17]</a> Dan akan lebih jelas – <em>insya Allah</em> – pada apa yang menunjukkan atas keutamaan air zamzam dari segi kedokteran (medis).<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn18">[18]</a></p>
<p>2.     Mengeyangkan peminumnya seperti makanan.</p>
<p>Telah shahih sebuah riwayat pada <em>Shahih Muslim </em>dalam kisah Abu Dzarr <em>radliyallaahu ‘anhu</em> bahwasannya ketika ia mendatangi Makkah untuk masuk Islam, ia menetap di sana selama 30 hari antara malam dan siang di dalam Masjidil-Haraam. Maka Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> bertanya kepadanya : <em>“Siapakah yang telah memberimu makan ?”</em>. Ia (Abu Dzarr) menjawab : “Aku tidak mempunyai makanan kecuali air zamzam, lalu aku menjadi gemuk dan berlemak,<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn19">[19]</a> perutku berlipat-lipat, aku tidak mendapatkan tanda-tanda kelaparan di atas dadaku”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn20">[20]</a> Maka Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda :</p>
<p>إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ، إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ</p>
<p><em>“Sesungguhnya ia (air zamzam) diberkahi, ia (juga) merupakan makanan yang berselera”</em>.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn21">[21]</a></p>
<p>Ibnul-Atsir berkata :</p>
<p>أي يشبع الانسان إذا شرب ماءها كما يشبع من الطعام</p>
<p>“Sesuatu yang mengenyangkan manusia jika ia meminum airnya seperti ia kenyang dari makanan”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn22">[22]</a></p>
<p>Ibnul-Qayyim <em>rahimahullah </em>berkata tentang kekhususan air zamzam ini :</p>
<p>شاهدت من يتغذا به الأيام ذوات العدد قريبا من نصف الشهر، أو أكثر، ولا يجد جوعا، ويطوف مع الناس كأحدهم، وأخبرني أنه ربما بقي عليه أربعين يوما، وكان له قوة يجامع بها أهله، ويصوم ويطوف مرارا.</p>
<p>“Aku menyaksikan sebagian orang yang mengkonsumsinya beberapa hari, kira-kira hampir setengah bulan atau lebih dari itu, ia tidak merasa kelaparan. Ia mengikuti thawaf bersama orang-orang. Dikhabarkan kepadaku bahwa seandainya ia tetap seperti itu hingga 40 hari lagi, ia akan mempunyai kekuatan dalam melakukan jima’ dengan istrinya, puasa, dan thawaf berkali-kali”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn23">[23]</a></p>
<p>3.     Berobat dari berbagai penyakit dengan meminumnya.</p>
<p>Berdasarkan hadits <em>marfu’ </em>dari Ibnu ‘Abbas <em>radliyallaahu ‘anhuma</em> :</p>
<p>خَيْرُ الْمَاءِ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ، فِيْهِ طَعَامُ الطُّعْمِ، وَشِفَا الْسُّقْمِ.</p>
<p><em>“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang diinginkan dan obat bagi penyakit”</em>.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn24">[24]</a></p>
<p>Dan apa yang diriwayatkan oleh Abu Dzarr <em>radliyallaahu ‘anhu</em>, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> :</p>
<p>زَمْزَمُ طَعَمُ طُعْمٍ، وَشِفَاءُ سُقْمٍ</p>
<p><em>“Air zamzam adalah makanan yang berselera dan obat dari penyakit”</em>. <a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn25">[25]</a></p>
<p>Dari Ibnu ‘Abbas <em>radliyallaahu ‘anhuma </em>ia berkata : Telah bersabda Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> :</p>
<p>إِنَّ الْحُمَى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَأَبْرِدُوْهَا بِمَاءٍ زَمْزَمَ.</p>
<p><em>“Sesungguhnya sakit demam itu termasuk dari panasnya api neraka Jahannam. Maka dinginkanlah dengan air zamzam”</em>. <a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn26">[26]</a></p>
<p>Ibnul-Qayyim <em>rahimahullah </em>menjelaskan :</p>
<p>وقد جرّبت أنا وغيري من الاستشفاء بماء زمزم أمورا عجيبة، واستشفيت به من عدة أمراض، فبرأت بإذن الله</p>
<p>“Sesungguhnya aku telah mencobanya, begitu pula yang lainnya; yaitu berobat dengan air zamzam (sungguh) hal yang menakjubkan. Dan aku sembuh dari berbagai macam penyakit dengan ijin Allah <em>ta’ala</em>”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn27">[27]</a></p>
<p>4.     Bahwasannya air zamzam itu adalah menurut niat peminumnya.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Jaabir bin ‘Abdillah <em>radliyallaahu ‘anhu </em>: Bahwasannya Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda :</p>
<p>زَمْزَمُ لِمَا شُرِبَ لَهُ</p>
<p><em>“Air zamzam itu menurut apa yang diinginkan peminumnya”</em>.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn28">[28]</a></p>
<p>Diriwayatkan dari Mujaahid<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn29">[29]</a> <em>rahimahullah</em>, bahwasannya ia pernah berkata :</p>
<p>ماء زمزم لما شرب له، إن شربته تريد شفاء شفاك الله، وإن شربته لظمأ أرواك الله، وإن شربته لجوع أشبعك الله، هي هَزْمة جبريل وسُقيا الله إسماعيل.</p>
<p>“Air zamzam menurut niat peminumnya. Jika engkau meminumnya untuk kesembuhan, maka Allah akan menyembuhkanmu. Apabila engkau meminumnya karena kehausan, maka Allah akan memuaskanmu. Dan apabila engkau meminumnya karena kelaparan, maka Allah akan mengenyangkanmu. Ia adalah usaha Jibril<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn30">[30]</a> dan pemberian (air minum) Allah kepada Isma’il”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn31">[31]</a></p>
<p>Sesungguhnya ulama-ulama besar dan yang lainnya telah meminum air zamzam dengan maksud yang berbeda-beda seperti untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, menghapal hadits, karya yang baik, berobat dari berbagai penyakit, mengetahui suatu kegemaran memanah, sebagai penangkal dahaga pada hari kiamat kelak, serta berbagai manfaat dunia dan akhirat lainnya. Kemudian mereka mendapatkan apa yang mereka minta sesuai dengan niat mereka – seperti yang telah dikhabarkan dari sebagian mereka –<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn32">[32]</a> dan kita berharap sampainya maksud bagi siapa yang meminta apa yang ada di akhirat seperti meminumnya karena haus di akhirat nanti, tidak dapat dihitung keshahihan khabar-khabar yang diriwayatkan ini – secara global – (menguatkan shahihnya hadits air zamzam sesuai dengan niat peminumnya – padahal ia sendiri adalah hadits yang sanadnya shahih)<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn33">[33]</a> seperti yang telah kita lewati, apa yang menguatkan hal tersebut pada dua keistimewaan yang terakhir dari sifat air zamzam sebagai makanan dan obat penyembuh.</p>
<p>Dan memperoleh manfaat-manfaat tersebut bagi peminumnya adalah – tanpa ragu dan bimbang – dengan taufiq Allah, pertolongan dan rahmat-Nya. Hal tersebut merupakan satu jaminan dari Allah <em>ta’ala </em>pada air zamzam bahwa ia memiliki keberkahan dan manfaat terutama bagi mereka yang mempunyai niat yang benar.</p>
<p>Telah dinukil dari Ibnul-‘Arabiy<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn34">[34]</a> <em>rahimahullaahu ta’ala</em> bahwa ia pernah berkata tentang manfaat air zamzam :</p>
<p>وهذا موجود فيه إلى يوم القيامة لمن صحة نيته، وسلمت طويته، ولم يكن به مكذبا، ولا يشربه مجربا، فإن الله مع المتوكلين، وهو يفضح المجربين.</p>
<p>“(Manfaat) ini akan ada padanya hingga hari kiamat bagi siapa saja yang benar niatnya, lurus hati nuraninya tidak berdusta padanya, dab tidak pula meminumnya hanya untuk coba-coba; karena Allah bersama orang-orang yang bertawakkal, dan Allah membuka aib orang yang hanya coba-coba”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn35">[35]</a></p>
<p>5.     Dan diantara keistimewaan lain dari air zamzam adalah yang disebutkan oleh Al-Imam Az-Zarkasyi bahwasannya Allah mengistimewakannya dengan mengasinkannya agar yang menjadi pendorong dan motivatornya adalah pancaran iman.</p>
<p>Kalaulah Allah menjadikannya tawar, maka kebutuhan sebagai manusia biasa akan mengungguli imannya dalam meminumnya.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn36">[36]</a></p>
<p>Maksudnya adalah apa yang dikatakan oleh salah seorang ulama :</p>
<p>إنما لم يكن عذبا ليكون شربه تعبدا لا تلذذا</p>
<p>“Rasanya tidak terasa segar dan tawar, agar meminumnya sebagai ibadah bukan kebutuhan”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn37">[37]</a></p>
<p>Sesungguhnya Az-Zarkasyi juga telah menyebutkan bahwa Allah <em>ta’ala </em>mengagungkan air zamzam pada musim haji,<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn38">[38]</a> dan memperbanyak hal-hal ajaib di luar kebiasaan sumur-sumur lain dan terasa manis. Lalu ia melanjutkan : “Kita dan orang lain telah menyaksikan itu semua”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn39">[39]</a></p>
<p>Dan yang perlu diperhatikan adalah murninya air zamzam dan tidak tercampur oleh hal-hal lain di setiap saat. Hal itu telah dibuktikan oleh penelitian modern. Akhir-akhir ini para peneliti melaksanakan penelitian mereka dengan mengambil dzat-dzat yang terkandung dalam air zamzam, maka didapatkan bahwa air tersebut tidak pernah tercampur oleh sesuatu apapun di setiap waktu yang akan mengurangi kemurnian dzatnya yang langsung diambil dari sumur zamzam atau mengurangi kemaslahatannya untuk diminum. Yang demikian ini dilihat dari segala bentuk ukuran yang dilakukan padanya.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn40">[40]</a></p>
<p>Oleh karena itu, Pusat Kesehatan Jantung Arab Saudi melaksanakan pencucian jantung orang sakit dengan memakai air zamzam yang suci sebagai pengganti dari dzat-dzat klinis seperti yang diungkapkan dalam satu majalah.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn41">[41]</a> Inilah keistimewaan-keistimewaan penting air zamzam yang diberkahi. Sesungguhnya para ulama telah menyebutkan keistimewaan dan kelebihan lain<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn42">[42]</a> yang membutuhkan landasan dalil yang shahih.</p>
<p>Saya menutup pembahasan ini dengan perkataan Ibnul-Qayyim tentang keutamaan air zamzam dan kemuliaannya atas yang lainnya :</p>
<p>ماء زمزم : سيد المياه وأشرفها وأجلّها قدرا، وأحبّها إلى انفوس، وأغلاها ثمنا، وأنفسها عند الناس، وهو هَزْمة جبريل، وسقيا الله إسماعيل.</p>
<p>“Air zamzam : air yang terbaik, termulia, dan teragung kedudukannya, sangat dicintai oleh jiwa, sangat mahal harganya, dan sangat berharga bagi manusia. Ia merupakan hasil usaha Jibriil <em>‘alaihis-salaam</em> dan pemberian minum dari Allah untuk Isma’il”.<a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftn43">[43]</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;++++++++&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Catatan Kaki&#8230;</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref1">[1]</a> Ia adalah Jibril <em>‘alaihis-salaam</em>, seperti yang disebutkan pada riwayat lain dari Al-Bukhari <em>rahimahullah</em>.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref2">[2]</a> Yaitu menjadikannya seperti kolam (telaga) agar air tidak terus-menerus mengalir [<em>‘Umdatul-Qaariy</em>, 15/257].</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref3">[3]</a> Dengan mem-<em>fath-hah</em>-kan <em>miim</em>, yang artinya : mengalir di atas bumi [<em>‘Umdatul-Qaariy</em>, 15/253].</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref4">[4]</a> <em>Shahih Al-Bukhari</em> 3/113, <em>Kitaabu Ahaadiitsil-Anbiyaa’</em>, <em>Baab : Yazuffuuna An-Nasalaanu fil-Masyiy</em>.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref5">[5]</a> Mereka berasal dari Al-Qahthaniyyah, awalnya tempat tinggal mereka adalah negeri Yaman, lalu mereka pindah ke Hijaz dan menetap di sana, kemudian ke Makkah dan menjadikan negeri tersebut sebagai tempat tinggal [<em>Mu’jamu Qabaailil-‘Arab Al-Qadiimah wal-Hadiitsah</em> oleh ‘Umar Ridla Kuhalah, 1/183].</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref6">[6]</a> Dari kitab <em>Syifaaul-Gharaam bi-Akhbaaril-Baladil-Haraam</em> oleh Al-Faasiy Al-Makkiy 1/247-248 dan <em>Al-Jaami’ul-Lathiif</em> oleh Ibnu Dhahiirah, hal. 259; dengan sedikit perubahan.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref7">[7]</a> Bukan menjadi rahasia lagi pada masa sekarang mengenai perhatian yang besar dari pemerintahan Saudi – semoga Allah senantiasa menunjukkannya kepada kebaikan – terhadap zamzam. Lihatlah – jika perlu – mengenai usaha besar yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membangun sumur zamzam dan menyediakan airnya bagi peziarah negeri haram, dalam ketetapan <em>Wakaalatul-Anbaa’ As-Su’uudiyyah </em>tertanggal 13/12/1406 H dan juga bisa dilihat dalam buku memorial <em>Wakaalatul-Anbaa’ </em>hal. 47-51, Cet. Tahun 1408 H.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref8">[8]</a> Lihat <em>Mu’jamul-Buldaan </em>oleh Al-Hamawiy 3/137, <em>Syifaaul-Gharaam</em> oleh Al-Faasiy 1/252, dan <em>Tuhfatul-Raaki’i wal-Masaajidi fii Ahkaamil-Masaajidi </em>oleh Abu Bakr Al-Jaraa’iy hal. 57.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref9">[9]</a> Lihat <em>Mu’jamul-Buldaan </em>oleh Al-Hamawiy 3/148, <em>Syifaaul-Gharaam</em> oleh Al-Faasiy 1/251-252, dan <em>Tuhfatul-Raaki’i wal-Masaajid </em>hal. 58-60.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref10">[10]</a> Dikeluarkan oleh Ath-Thabaraniy dalam <em>Al-Mu’jamul-Kabiir</em> (11/98).</p>
<p>Al-Haafidh Al-Mundziriy berkata : “Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam <em>Al-Kabiir</em>, dan para perawinya adalah <em>tsiqah</em>, dan juga Ibnu Hibban dalam <em>Shahiih</em>-nya” [<em>At-Targhiib wat-Tarhiib</em> oleh Al-Mundziriy, 2/209]. Demikian juga yang dikatakan oleh Al-Haitsamiy [lihat <em>Majma’uz-Zawaaid</em>,<em> </em>3/286]. As-Suyuthiy mengatakan hadits ini hasan [<em>Al-Jaami’ush-Shaghiir</em>, 2/10]. Al-Albani berkata : “Isnad hadits ini minimal berderajat hasan” [<em>Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah</em>, 3/45]. Dan saya tidak menemukannya hadits ini dalam <em>Shahih Ibni Hibbaan</em>.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref11">[11]</a> <em>Shahih Al-Bukhari</em> 2/167, <em>Kitaabul-Hajj</em>, <em>Baab Maa Jaa-a fii Zamzam</em>.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref12">[12]</a> <em>‘Umdatul-Qaariy</em>, 9/277.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref13">[13]</a> Beliau adalah ‘Umar bin Ruslaan bin Nashiir Al-Kinaaniy Al-‘Asqalaniy Al-Bulqiiniy Al-Mishriy Asy-Syafi’iy, Abu Hafsh Siraajuddin; <em>haafidh</em>, <em>faqiih</em>, dan <em>mujtahid</em>. Memiliki beberapa karya tulis, diantaranya : <em>Mahaasinul-Ishthilaah fil-Hadiits</em> dan <em>Al-Ajwiibatul-Mardliyyah ‘alal-Masaailil-Makkiyyah</em>. Wafat di Kairo tahun 805 H.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref14">[14]</a> <em>Syifaaul-Gharaam </em>oleh Al-Faasiy, 1/252.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref15">[15]</a> Lihat <em>Al-Jaami’ul-Lathiif</em> oleh Ibnu Dhahiirah, hal. 268.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref16">[16]</a> Beliau adalah ‘Abdurrahiim bin Al-Husain bin ‘Abdurrahman Al-‘Iraqiy, Abu Fadhl Zainuddin, seorang imam yang dikenal dengan nama : Al-Haafidh Al’Iraqiy. Ia seorang <em>haafidh </em>di masanya. Beliau sibuk dengan ilmu hadits dan menguasainya. Mempunyai beberapa karya tulis diantaranya : <em>Al-Alfiyyah fii Mushthalahil-Hadiits</em>, <em>Nidhaam Taqriibil-Qur’an</em>, dan <em>Taqriibul-Asaaniid wa Tartiibil-Masaanid</em>. Wafat di Kairo pada tahun 806 H.</p>
<p>Lihat <em>Thabaqaatul-Huffadh </em>oleh As-Suyuthiy hal 543, <em>Syadzdzaraatudz-Dzahab</em> 7/55, <em>Al-Badruth-Thaali’</em> 1/354, dan <em>Al-A’laam</em> 3/344.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref17">[17]</a> <em>Syifaaul-Gharaam</em> oleh Al-Faasiy, 1/252.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref18">[18]</a> <em>Idem</em>, 1/256.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref19">[19]</a> <em>Al-‘Ukanu </em>dalam bentuk jamak dari <em>‘uknah</em>. Ia merupakan lipatan yang terdapat di perut karena kegemukan. Jika dikatakan,<em>”Ta’akkanal-bathnu”</em>, yaitu jika menjadi berlipat-lipat. Diambil dari kitab <em>Ash-Shihaah</em> oleh Al-Jauhariy, 6/2165.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref20">[20]</a> Yakni tipis dan kurus. Kata السَّخْفُ dengan mem-<em>fat-hah</em>-kan <em>siin</em>, yaitu hidup yang ringan; dan dengan men-<em>dlammah</em>-kannya (السُّخْفُ) berarti akal yang lemah. Dikatakan bahwa ia adalah keringanan yang menyerang manusia bila lapar. Di antara arti kata dari <em>As-sakhfu </em>yaitu keringanan atau kelemahan pada akal maupun yang lainnya [<em>An-Nihaayah</em> oleh Ibnul-Atsir, 2/350].</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref21">[21]</a> <em>Shahih Muslim</em> 4/1922, <em>Kitaabu Fadlaailish-Shahaabah</em>, <em>Baab Min Fadlaaili Abi Dzarr radliyallaahu ‘anhu</em>.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref22">[22]</a> <em>An-Nihaayah</em> oleh Ibnul-Atsir, 3/125.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref23">[23]</a> <em>Zaadul-Ma’aad</em> oleh Ibnul-Qayyim, 4/393.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref24">[24]</a> Lihat catatan kaki no. 10.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref25">[25]</a> Dikeluarkan oleh Ath-Thayalisiy dalam <em>Musnad</em>-nya [lihat <em>Minhatul-Ma’buud fii Tartiibi Musnad Ath-Thayaalisiy Abi Dawud</em>, 2/203]. Dikeluarkan juga oleh Al-Bazzaar [lihat <em>Kasyful-Astaar ‘an Zawaaidil-Bazzaar</em>, 2/47].</p>
<p>Al-Haafidh Al-Mundziriy berkata : “Diriwayatkan oleh Al-Bazzaar dengan sanad shahih” [<em>At-Targhiib wat-Tarhiib</em>, 2/209]. Al-Haitsami berkata : “Diriwayatkan oleh Al-Bazzaar dan Ath-Thabaraniy dalam <em>Ash-Shaghiir</em>. Para perawi Al-Bazzaar adalah para perawi <em>Ash-Shahiih</em>” [lihat <em>Majma’uz-Zawaaid wa Manba’ul-Fawaaid </em>oleh Al-Haitsami 3/286].</p>
<p>As-Suyuthi menghukumi hadits tersebut shahih [<em>Al-Jaami’suh-Shaghiir</em>, 2/28].</p>
<p>Hadits tersebut asalnya diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim, sebagaimana yang telah lewat.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref26">[26]</a> Dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad dalam <em>Musnad</em>-nya 1/291 dan Ibnu Hibbaan dalam <em>Shahiiih</em>-nya (<em>Al-Ihsaan bi-Tartiibi Shahiih Ibni Hibban </em>7/623), <em>Kitaabuth-Thibb</em>.</p>
<p>Dikeluarkan pula oleh Al-Bukhari dalam <em>Shahiih</em>-nya tanpa <em>jazm</em> (<em>“maka dinginkanlah dengan air” </em> atau : <em>“dengan air zamzam”</em>). Hamaam (salah seorang perawi) telah ragu dalam membawakannya.</p>
<p>Telah ada beberapa hadits dalam masalah ini (yaitu : <em>“maka dinginkanlah dengan air”</em>); sebagian ulama berkata : “Sesungguhnya maksud disebutkan dalam hadits ini <em>“dengan air zamzam”</em> bagi penduduk Makkah, karena lebih mudah bagi mereka dan yang lainnya. Adapun selain mereka, maka dengan air yang ada pada diri mereka”. <em>Wallaahu a’lam</em> [dari kitab <em>Fat-hur-Rabbaaniy li-Tartiibi Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal Asy-Syaibaniy, </em>karangan Ahmad bin ‘Abdirrahman Al-Bannaa, 17/159]. Lihat <em>Ath-Thibbun-Nabawiy </em>oleh Ibnul-Qayyim hal. 22.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref27">[27]</a> <em>Zaadul-Ma’ad</em> oleh Ibnul-Qayyim, 4/393.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref28">[28]</a> Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dalam <em>Sunan</em>-nya 2/1018, <em>Kitaabul-Manaasik, Baab Asy-Syurbi min Zamzam</em>; serta Al-Imam Ahmad dalam <em>Musnad</em>-nya 3/357. Ad-Dimyaathiy berkata : “Diriwayatkan oleh oleh Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad hasan” [<em>Al-Muttajar Ar-Raabih fii Tsawaabil-‘Amalish-Shaalih </em>oleh Ad-Dimyaathiy, hal. 318, <em>Baab Tsawaabu Syurbi Maai Zamzam</em>].</p>
<p>Ibnul-Qayyim berkata : “Hadits hasan” [<em>Zaadul-Ma’aad</em>, 4/393]. Az-Zarkasyi berkata : “Hadits ini juga diriwayatkan dari beberapa jalan yang shahih” [<em>I’laamus-Saajid fii Ahkaamil-Masaajid</em>, hal. 206]. As-Suyuthiy berkata : “Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad <em>jayyid</em>” [<em>Al-Haawiy lil-Fataawaa</em>, 2/81]. Al-Albani berkata : “Shahih” [lihat <em>Irwaaul-Ghaliil fii Takhriiji Ahaadiitsi Manaaris-Sabiil</em>, 4/320].</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref29">[29]</a> Beliau adalah Mujaahid bin Jabr Al-Makkiy, Abul-Hajjaaj Al-Makhzuumiy Al-Muqri’; <em>mufassir </em>dan <em>haafid, </em>maula Saaib bin Abu As-Saaib. Ia seorang yang <em>faqiih</em>, <em>wara’</em>, dan ahli ibadah”. Mujaahid pernah berkata : “Aku membaca di hadapan Ibnu ‘Abbas sebanyak 3 kali bacaan, aku berhenti pada setiap ayat dan bertanya kepada beliau tentang apa ayat ini turun dan bagaimana ia turun”. Wafat tahun 103 H.</p>
<p>Lihat : <em>Tadzkiratul-Huffadh</em> 1/92, <em>Tahdziibut-Tahdziib</em> 10/42, dan <em>Thabaqaatul-Huffadh </em>oleh As-Suyuthiy hal. 42.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref30">[30]</a> Yakni dengan menghentakkan dengan kakinya lalu keluarlah air. <em>Al-Hamzah </em>adalah lubang pada dada. <em>Hazamtul-bi’r</em>, yaitu menggali sumur. Dari kitab <em>An-Nihaayah fii Ghariibil-Hadiits wal-Atsar</em> oleh Ibnul-Atsir, 5/263.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref31">[31]</a> Dikeluarkan oleh Al-Imam ‘Abdurrazzaq dalam <em>Al-Mushannaf </em>5/118 dan Al-Azraqiy dalam kitabnya <em>Akhbaaru Makkah wa Maa Jaa-a Fiihaa minal-Aatsaar</em> 2/50, dan ini adalah lafadh darinya.</p>
<p>Dikeluarkan juga oleh Ad-Daaruquthniy dalam <em>Sunan</em>-nya (2/289) secara <em>marfu’</em> dari jalan Mujaahid, dari Ibnu ‘Abbas <em>radliyallaahu ‘anhuma</em>, akan tetapi sanadnya <em>dla’if</em>. Al-Albani berkata : “Yang benar, <em>mauquf </em>pada Mujaahid”. Kemudian ia berkata : “Dan apabila dikatakan bahwasannya ia tidaklah berkata berdasarkan <em>ra’yu</em>-nya, maka riwayat Ibnu ‘Abbas tersebut dihukumi <em>marfu’</em>. Itu dengan syarat jika riwayat tersebut selamat (dari cacat). Namun riwayat tersebut adalah <em>mursal</em>, sehingga <em>dla’if</em>. <em>Wallaahu a’lam</em>”.</p>
<p>Silakan periksa : <em>Irwaaul-Ghaliil</em> 4/329-332, <em>Al-Maqaashidul-Hasanah fii Bayaani Katsiir minal-Ahaadiitsi Musytahirati ‘alal-Alsinah </em>oleh As-Sakhaawiy hal. 375, dan <em>Kanzul-‘Ummal fii Sunanil-Aqwaal wal-Af’aal </em>oleh ‘Alauddin Al-Hindiy 12/224.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref32">[32]</a> Lihat <em>Zaadul-Ma’aad</em> oleh Ibnul-Qayyim 4/393, <em>Syifaaul-Gharaam </em>oleh Al-Faasiy 1/255, <em>Al-Maqaashidul-Hasanah</em> oleh As-Sakhaawiy hal. 357, dan <em>Al-Jaamiul-Lathiif </em>oleh Ibnu Dhahiirah hal. 364-367.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref33">[33]</a> <em>Al-Jaami’ul-Lathiif</em> oleh Ibnu Dhahiirah, hal. 267.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref34">[34]</a> Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdillah bin Muhammad Abu Bakr, yang dikenal dengan nama : Ibnul-‘Arabiy Al-Isybiliy Al-Maalikiy; <em>al-imam, al-‘allamah</em>, <em>al-haafidh</em>, <em>al-qaadli</em>. Seorang <em>‘aalim</em>, <em>faqiih</em>, <em>zuhud</em>, dan ahli ibadah. Beliau mempunyai beberapa karya tulis, di antaranya adalah kitab tafsir yang terkenal, <em>‘Aaridlatul-Ahwadziy fii Syarh Jaami’it-Tirmidziy</em>, dan <em>Al-Mahshuul fil-Ushuul</em>. Wafat pada tahun 543 H.</p>
<p>Lihat : <em>Wifaayatl-A’yaan</em> 4/296, <em>Siyaru A’laamin-Nubalaa’</em> 20/197, <em>Tadzkiratul-Huffadh </em>4/1294, dan <em>Syadzdzaraatudz-Dzahab</em> 4/141.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref35">[35]</a> Lihat : <em>Al-Jaami’ li-Ahkaamil-Qur’aan</em> oleh Al-Qurthubi, 9/370.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref36">[36]</a> <em>I’laamus-Saajid bi-Ahkaamil-Masaajid</em> oleh Az-Zarkasyi, hal. 206.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref37">[37]</a> Dinukil oleh Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Hamiid dalam kitab <em>Hidaayatun-Naasik ilaa Ahammil-Manaasik</em>, hal. 51, dari Ibnu ‘Arafah.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref38">[38]</a> Yaitu pada musim haji.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref39">[39]</a> <em>I’laamus-Saajid </em>oleh Az-Zarkasyi, hal. 206.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref40">[40]</a> Dari keputusan <em>Wakaalatul-Anbaa’ As-Su’uudiyyah</em> tahun 1406 H, khususnya zamzam; didapatkan dalam kandungan buku memorial <em>Wakaalatul-Anbaa’ As-Su’uudiyyah </em>yang terbit tahun 1408 H (hal. 58). Lihat juga buku tentang zamzam, <em>Tha’aamu Tu’m wa Syifaau Suqmin</em>, Ir. Yahya Hamzah Kusyak (hal. 109 dan setelahnya). Penulis menyebutkan beberapa tabel untuk mengetahui kandungan air zamzam dan penerimaannya terhadap semacamnya dari sumur-sumur yang ada di dekatnya.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref41">[41]</a> Lihat Majalah <em>Al-‘Arabiyyah</em>, edisi 127, hal. 98, bulan Sya’ban 1408 H.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref42">[42]</a> Lihat <em>Akhbaaru Makkah</em> oleh Al-Azraqiy 2/59, <em>I’laamus-Saajid</em> oleh Az-Zarkasyi hal. 206, dan <em>Sufaaul-Gharaam</em> oleh Al-Faasiy 2/256.</p>
<p><a href="/Donnie/Islam/Internet/Air%20zamzam%20-%20keutamaan%20dan%20bagaimana%20islam%20memandangnya.docx#_ftnref43">[43]</a> <em>Zaadul-Ma’aad</em> 4/392.</p>
<p>bersambung ke edisi 2.</p>
<p>dikutip dari <a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/" target="_blank">abul jauzaa&#8217; blog</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fsialkaun.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fsialkaun.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fsialkaun.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fsialkaun.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fsialkaun.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fsialkaun.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fsialkaun.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fsialkaun.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fsialkaun.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fsialkaun.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=222&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/10/30/air-zam-zam-dan-keutamaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">l5155st™</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nitip Absen&#8230;? Gimana Donk&#8230;?</title>
		<link>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/10/18/nitip-absen-gimana-donk/</link>
		<comments>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/10/18/nitip-absen-gimana-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l5155st™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nitip Absen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fsialkaun.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Soal : Kadangkala teman kuliah saya meminta bantuan saya saat pertemuan kuliah dilangsungkan untuk mencantumkan tanda kehadirannya (nitip absen)[1] padahal ia tidak hadir. Yaitu, ketika lembar kehadiran diedarkan, dan kemudian saya tulis namanya. Apakah hal ini termasuk bantuan yang bersifat kemanusiaan, ataukah termasuk kecurangan dan penipuan ?
Jawab : Itu memang bantuan,… tapi bantuan syaithaniyyah. Syaithan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=217&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Soal : </strong>Kadangkala teman kuliah saya meminta bantuan saya saat pertemuan kuliah dilangsungkan untuk mencantumkan tanda kehadirannya (nitip absen)<a href="/Donnie/Islam/Internet/Hukum%20nitip%20absen.doc#_ftn1">[1]</a> padahal ia tidak hadir. Yaitu, ketika lembar kehadiran diedarkan, dan kemudian saya tulis namanya. Apakah hal ini termasuk bantuan yang bersifat kemanusiaan, ataukah termasuk kecurangan dan penipuan ?<span id="more-217"></span></p>
<p><strong>Jawab : </strong>Itu memang bantuan,… tapi bantuan syaithaniyyah. Syaithan menyukai perbuatan ini yaitu mengabsenkan orang yang tidak hadir. Dalam hal ini ada tiga hal yang perlu diwaspadai :</p>
<p><em>Pertama, </em>kebohongan/dusta; <em>kedua</em>, khianat terhadap penanggung jawab perkuliahan; <em>ketiga, </em>ia telah menjadikan orang yang tidak hadir ini mendapatkan tunjangan kehadiran yang dengan itu ia mengambil dan memakan tunjangan tersebut secara bathil. Salah satu saja dari ketiga hal ini telah cukup untuk menyatakan keharaman perbuatan tersebut dimana dhahir pertanyaan yang diajukan dipandang sebagai bagian dari perkara (bantuan) kemanusiaan.</p>
<p>Bantuan kemanusiaan tidaklah terpuji secara mutlak. Apa-apa yang sesuai dengan syari’at, maka itu terpuji; dan apa-apa yang menyelisihi syari’at, maka ia tercela. Pada hakekatnya, segala sesuatu yang menyelisihi syari’at dari apa-apa yang disebut sebagian orang sebagai perbuatan kemanusiaan, maka itu adalah penamaan yang bukan pada tempatnya. Segala sesuatu yang menyelisihi syari’at maka itu adalah perbuatan hewani. Karena itulah Allah menyifati perbuatan orang-orang kuffar dan musyrikin seperti perbuatan binatang; sebagaimana firman-Nya :</p>
<p align="right">يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الأنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ</p>
<p><em>”Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. </em><em>Dan neraka adalah tempat tinggal mereka”</em> [QS. Muhammad : 12].</p>
<p>Dan juga firman-Nya :</p>
<p align="right">إِنْ هُمْ إِلا كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِي</p>
<p><em>”Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)”</em> [QS. Al-Furqaan : 44].</p>
<p>Maka, setiap hal yang menyelisihi syari’at adalah perbuatan hewani, bukan perbuatan manusiawi.[selesai]</p>
<p>[<em>Fataawaa Islaamiyyah</em>, oleh Ibnu ’Utsaimin (4/329-340) – ditulis ulang oleh Abul-Jauzaa’ pada tanggal 29 Muharram 1430 di Ciomas Permai, Bogor].</p>
<p><strong>Teks asli :</strong></p>
<p align="right">السؤال : أحياناً يطلب مني زميلي في المحاضرة أن أقوم بتحضيره مع أنه غائب حيث تمر ورقة التحضير فأكتب اسمه. فهل هذه خدمة إنسانية، أم أنه نوع من الغش والخداع ؟.</p>
<p align="right">الجواب : هي خدمة ولكنها خدمة شيطانية يمليها الشيطان على هذا الذي فعل وحضّر من ليس بحاضر وفي ذلك ثلاثة محاذير :</p>
<p align="right">المحذور الأول : الكذب، والمحذور الثاني : خيانة المسؤولين في هذه المسلحة، والمحذور الثالث : أنه يجعل هذا الغائب مستحقاً للراتب المرتب على الحضور، فيأخذه ويأكله بالباطل. وواحد من هذه المحاذير يكفي بالقول في تحريم هذا التصرف الذي ظاهر سؤال السائل أنه من الأمور الإنسانية.</p>
<p align="right">والأمور الإنسانية ليست محمودة على الإطلاق بل ما وافق الشرع منها فهو محمود وما خلف الشرع فهو مذموم. والحقيقة أن ما خالف الشرع مما يقال عنه عمل إنساني فإنه اسم على غير مسماه. لأن ما خالف الشرع فهو عمل بهيمي، ولهذا وصف الله الكفار والمشركين بأنهم كالأنعام : (يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الأنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ) [سورة محمد، الأٓية : ١٢] وقال : (إِنْ هُمْ إِلا كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلا) [سورة الفرقان، الأٓية : ٤٤]. فكل ما خالف الشرع فهو عمل بهيمي لا إنساني.</p>
<p align="right">
<p align="right">[فتاوى إسلامية، ابن عثيمين (٤/٣٢٩،٣٣٠)]</p>
<hr size="1" /><a href="/Donnie/Islam/Internet/Hukum%20nitip%20absen.doc#_ftnref1">[1]</a> Yang lebih tepat secara bahasa adalah <em>nitip presensi</em> (kehadiran).</p>
<p>Artikel dari <a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/01/hukum-nitip-absen.html" target="_blank">ABUL JAUZAA&#8217;</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fsialkaun.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fsialkaun.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fsialkaun.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fsialkaun.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fsialkaun.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fsialkaun.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fsialkaun.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fsialkaun.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fsialkaun.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fsialkaun.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=217&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/10/18/nitip-absen-gimana-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">l5155st™</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Noordin End Stop..!!</title>
		<link>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/09/29/noordin-end-stop/</link>
		<comments>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/09/29/noordin-end-stop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 21:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l5155st™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj / Metode Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[noordin m. top]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fsialkaun.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[NORDIN TEWAS, SUKA CITA KAUM MUSLIMIN
DAN KESEDIHAN KAUM TERORIS KHAWARIJ
Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang suci, sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij di masa kini, yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia, tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=211&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>NORDIN TEWAS, SUKA CITA KAUM MUSLIMIN<br />
DAN KESEDIHAN KAUM TERORIS KHAWARIJ</p>
<p>Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang suci, sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij di masa kini, yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia, tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya benih-benih pemikiran khawarij, dia tentu akan merasa sedih dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka,yang selama ini dianggap “berjihad” dengan cara-caranya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggelarinya dengan sebutan “mujahid” atau “mati syahid”.</p>
<p>Kaum Muslimin yang kami muliakan, termasuk diantara petunjuk didalam Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah tidak menampakkan kesedihan dengan tewasnya tokoh-tokoh teroris khawarij. Bagaimana mungkin seseorang bersedih, sementara mereka dengan melakukan tindakan membabi buta tanpa mengikuti koridor syari’at Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya dan melakukan berbagai tindakan teror yang menyebabkan ketakutan kaum muslimin yang hidup di dalam negeri mereka sendiri. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:<br />
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا<br />
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti seorang muslim lainnya.”<br />
(HR.Abu Dawud (5004) dari beberapa sahabat Nabi )<span id="more-211"></span></p>
<p>Oleh karenanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan tegas menyebut mereka kaum khawarij sebagai anjing-anjing neraka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>الْخَوَارِجُ كِلَابُ النَّارِ<br />
“Khawarij adalah anjing-anjing neraka.”<br />
(HR.Ibnu Majah:173, dari Ibnu Abi Aufa radhiallahu anhu)</p>
<p>Demikian pula halnya para sahabat Nabi –semoga Allah meridhai mereka- tidak merasa sedih dengan meninggalnya tokoh-tokoh teroris khawarij, bahkan sebaliknya dengan menampakkan perasaan gembira dan bersyukur atas meninggalnya. Diriwayatkan dari Abu Ghalib berkata: Abu Umamah –radhiallahu anhu- melihat kepala-kepala (kaum khawarij) yang dipajang ditangga masjid Damaskus, lalu Abu Umamah berkata:<br />
كِلَابُ النَّارِ شَرُّ قَتْلَى تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ خَيْرُ قَتْلَى من قَتَلُوهُ</p>
<p>“Anjing-anjing neraka, (mereka) seburuk-buruk yang terbunuh di bawah kolong langit,dan sebaik-baik yang terbunuh adalah yang mereka bunuh.”<br />
Lalu Abu Umamah berkata: &#8220;Sekiranya aku tidak mendengar hadits ini (dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam) sekali, dua kali sampai tujuh kali, aku tidak akan memberitakannya kepada kalian.”<br />
(HR.Tirmidzi:3000)</p>
<p>Perhatikanlah hadits ini yang menunjukkan betapa seringnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam memberi peringatan kepada umatnya dari bahaya kaum khawarij ini.</p>
<p>Demikian pula yang dilakukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Zabban bin Shabirah Al-Hanafi bahwa ia berkata ketika menceritakan keikutsertaannya dalam perang Nahrawan dalam menumpas kaum Khawarij:<br />
“Aku termasuk yang menemukan dzu tsadyah, lalu menyampaikan berita gembira ini kepada Ali radhiallahu anhu dan aku melihatnya sujud yang menunjukkan kegembiraannya.”<br />
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf: 8424)</p>
<p>Yang dimaksud Dzu tsadyah adalah salah seorang dari kalangan khawarij yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Dzu tsadyah artinya yang memiliki benjolan pada bagian tangannya yang menyerupai payudara, bagian atasnya seperti puting payudara yang memiliki bulu-bulu kecil mirip kumis kucing. (Fathul Bari:12/298)</p>
<p>Demikianlah sikap para ulama salaf dalam menyikapi kaum teroris khawarij.Semoga Allah memelihara kita semua dari kejahatan dan makar mereka, dan semoga Allah menyelamatkan kaum muslimin dari berbagai pemikiran dan syubhat mereka yang menyesatkan manusia dari jalan Allah Azza Wajalla. Benarlah ucapan Abul ‘Aliyah rahimahullah:</p>
<p>إن علي لنعمتين ما أدري أيتهما أعظم أن هداني الله للإسلام ولم يجعلني حروريا</p>
<p>“Sesungguhnya aku merasakan dua kenikmatan yang aku tidak mengetahui manakah diantara dua kenikmatan tersebut yang terbesar: ketika Allah memberi hidayah kepadaku untuk memeluk islam, dan tidak menjadikan aku sebagai haruri (khawarij).”<br />
(diriwayatkan Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf:18667)</p>
<p>Ditulis oleh:<br />
Abu Karimah Askari bin Jamal<br />
28 Ramadhan 1430 H.</p>
<p>(Dikutip dari <a href="http://ibnulqoyyim.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=89&amp;Itemid=2" target="_blank">http://ibnulqoyyim.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=89&amp;Itemid=2</a>)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fsialkaun.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fsialkaun.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fsialkaun.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fsialkaun.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fsialkaun.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fsialkaun.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fsialkaun.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fsialkaun.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fsialkaun.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fsialkaun.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=211&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/09/29/noordin-end-stop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">l5155st™</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Buang BOM di Sembarang Tempat !!!</title>
		<link>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/08/26/jangan-buang-bom-di-sembarang-tempat/</link>
		<comments>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/08/26/jangan-buang-bom-di-sembarang-tempat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 11:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l5155st™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj / Metode Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[noordin m. top]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fsialkaun.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah artikel yang kami tampilkan ke hadapan pengunjung yang berhubungan dengan peristiwa pemboman yang kembali terjadi di Indonesia tanggal 17 Juli 2009 lalu. Artikel ini kami ambil dari Buletin Jum’at yang ditampilkan di web www.almakassari.com sekitar sekitar tanggal 4 Mei 2007. Semoga bermanfaat.
==================
Pembaca yang budiman -semoga dirahmati Allah-,
Mungkin kita sama-sama telah membaca Harian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=206&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut ini adalah artikel yang kami tampilkan ke hadapan pengunjung yang berhubungan dengan peristiwa pemboman yang kembali terjadi di Indonesia tanggal 17 Juli 2009 lalu. Artikel ini kami ambil dari Buletin Jum’at yang ditampilkan di web www.almakassari.com sekitar sekitar tanggal 4 Mei 2007. Semoga bermanfaat.</p>
<p>==================</p>
<p>Pembaca yang budiman -semoga dirahmati Allah-,<br />
Mungkin kita sama-sama telah membaca Harian Fajar tanggal 3 Maret 2007 halaman 11, yang memuat tentang pernyataan resmi dari Polda SulSel, bahwa ada enam kelompok yang disinyalir sebagai kelompok teroris. Berita tersebut mengingatkan kita peristiwa enam tahun silam, yaitu peledakan Mall Ratu Indah, Makassar. Ini disebabkan karena ada segelintir pemuda kaum muslimin yang “buang bomsembarang tempat!!!” <span id="more-206"></span></p>
<p>Seharusnya bom itu dibuang dan diledakkan di medan jihad, justru dibuang dan diledakkan di negeri kaum muslimin sendiri. Mereka terlalu bersemangat dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, namun tidak dilandasi oleh ilmu, sehingga justru lebih banyak kerusakan yang ditimbulkan daripada manfaat. Oleh karena itu, pada edisi kali ini kami akan memaparkan beberapa kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian tersebut.</p>
<p>* Membunuh Diri</p>
<p>Dalam rangka “jihad” memerangi Amerika dan sekutunya, sekian banyak aksi peledakan dan bom bunuh diri terjadi di negeri-negeri kaun muslimin yang dilakoni oleh sebagian pemuda yang tak berbasis ilmu yang kuat. Akibatnya, korban berjatuhan dari kalangan warga sipil muslim sendiri. Padahal Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah melarang seorang muslim membunuh dirinya sendiri di dalam firman-Nya:</p>
<p>وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا</p>
<p>“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sungguh Allah maha penyayang kepadamu”. (QS. An-Nisa`: 29)</p>
<p>Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- telah memperingatkan:</p>
<p>من قتل نفسه بحديدة فحديدته في يده يتوجأ بها في بطنه في نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا ومن شرب سما فقتل نفسه فهو يتحساه في نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا ومن تردى من جبل فقتل نفسه فهو يتردى في نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا</p>
<p>“Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka besinya itu akan berada ditangannya. Dia akan menikam perutnya dengan pisau itu didalam neraka dalam keadaan kekal didalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang menenggak racun, lalu ia membunuh dirinya dengan racun itu, maka ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal di dalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang menghempaskan dirinya dari gunung sehingga dia membunuh dirinya, maka dia akan terhempas dalam neraka dalam keadaan kekal di dalamnya selama-selamanya.” [Muslim dalam Shohih-nya (109)]</p>
<p>Ini adalah perbuatan yang konyol -bukan jihad-. Perbuatan ini tidaklah mendatangkan kemaslahatan bagi Islam, karena bila seandainya dia membunuh dirinya dan membunuh 10 orang atau 100 orang atau 200 orang, maka hal tersebut tidak akan bermanfaat bagi Islam dan tidak membuat manusia ber-Islam. Malah membuat orang lari dari Islam. Karena itulah, perbuatan ini tidak dapat dibenarkan, dan menyebabkan pelakunya diazab di neraka, dan orang yang bunuh diri dengan cara yang seperti ini bukanlah mati syahid. Jika seorang mau berdakwah dan mengajak orang-orang kafir masuk ke dalam Islam, maka dakwahilah mereka dengan cara hikmah, bukan dengan cara emosi dan membabi buta yang mencoreng citra Islam dan kaum muslimin.</p>
<p>* Membunuh Seorang Muslim</p>
<p>Jika kita memperhatikan orang-orang yang menjadi korban pemboman, maka kebanyakannya adalah kaum muslimin sendiri. Duhai, sungguh celakanya orang yang membom ini…! Karena Allah telah mengancamnnya di dalam firman-Nya:</p>
<p>وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا</p>
<p>“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An-Nisa`: 93)</p>
<p>Lihatlah pembaca yang budiman! Allah mengancamnya di dalam ayat ini dengan neraka jahannam dan tidak sampai disitu saja, bahkan ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, mengutuknya dan menyediakan siksa yang pedih baginya. Ini baru satu orang muslim, bagaimana lagi jika yang dibunuhnya adalah puluhan sampai ratusan orang muslim? -Nas alulllaha ‘afiyah wassalamah-</p>
<p>Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,</p>
<p>لَزَوَالُ لدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ</p>
<p>“Sungguh hancurnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada membunuh (jiwa) seorang muslim”. [HR. At-Tirmizy dalam As-Sunan (1399), An-Nasa’iy dalam As-Sunan (7/82), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (2393), dan lain-lain. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ghoyatul Maram (4390)]</p>
<p>Mereka berteriak ketika kaum kuffar AS dan sekutunya membantai jutaan kaum muslimin dengan mengatakan bahwa nyawa seorang muslim itu sangat mahal di sisi Allah. Namun di sisi lain mereka sendiri ternyata juga turut menumpahkan darah kaum muslimin. parahnya lagi kesalahan tersebut berusaha ditutupi dan dibenarkan dengan berjuta dalih: “Ini kan jihad”, “Mereka adalah Mujahid”, “Mereka adalah penghuni surga”, dan “Mereka mati syahid”. Padahal orang-orang yang melakukan aksi teror tersebut adalah orang-orang yang mati konyol, diancam oleh Allah dengan neraka Jahannam. Bagaimana mereka dianggap mati syahid ??!</p>
<p>* Membunuh Kafir Musta’man</p>
<p>Pembaca budiman, ketahuilah bahwa tidak semua orang kafir boleh dibunuh di dalam syariat agama kita, karena sesungguhya orang kafir itu ada empat:macam, yaitu:</p>
<p>o kafir dzimmy</p>
<p>Mereka adalah orang kafir (penduduk asli) yang membayar jizyah (upeti) yang dipunguti tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. kafir, seperti ini tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya adalah hadist Al-Mughirah bin syu’bah -radhiyallahu ‘anhu-, beliau berkata,</p>
<p>“Kami diperintah oleh rasul robb kami -Shollallahu ‘alaihi wasallam- untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayat jizyah ”.[HR.Al-Bukhary dalam Ash-Shohih (3158)]</p>
<p>o kafir mu’ahad ,</p>
<p>Mereka adalah orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. Orang kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh, sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,</p>
<p>من قتل معاهدا لم يرح رائحة الجنة وإن ريحها توجد من مسيرة أربعين عاما</p>
<p>&#8221; Siapa yang mebunuh kafir mu’ahad, ia tidak akan mencium bau surga, dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan 40 tahun &#8221; . [HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (3166), An-Nasa’iy dalam As-Sunan (8/25), dan Ibnu Majah (2686)]</p>
<p>Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Ingatlah, siapa yang menzholimi seorang kafir mu’ahad, merendahkannya, membebani diatas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya, tanpa keridoan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat [HR Abu Daud dalam As-Sunan (3052) dan Al Baihaqy (9/205). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (445)]</p>
<p>o kafir musta’man</p>
<p>Mereka adalah orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh, sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. Dalilnya, firman Allah -Ta’ala-,</p>
<p>وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ</p>
<p>“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, Kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak Mengetahui.””. (QS. At-Taubah: 6)</p>
<p>d. kafir harby</p>
<p>Mereka adalah kafir selain yang tiga di atas. kafir jenis inilah yang disyariatkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Mengapa harus diperangi? Karena mereka memerangi Islam.Demikianlah ketentuan syariat Allah.</p>
<p>Namun orang kafir harbiy yang masuk ke negeri kaum muslimin dengan jaminan keamanan dari pemerintah muslim berubah statusnya menjadi kafir musta’man, haram untuk diperangi selama dalam perlindungan. Mereka (para pembom) ini tidak peduli lagi dengan syariat Allah dalam hal ini. Padahal pada saat yang sama, mereka selalu meneriakkan, “Ayo tegakkan syari’at Islam”. Namun untuk kali ini, mereka injak-injak sendiri slogan-slogan tersebut. Akibatnya, semua orang kafir sah dan halal darah dan hartanya; perang dan pembunuhan terhadap mereka boleh dilakukan kapan dan di mana saja!! Wahai Pembaca yang budiman, tentunya ini merupakan sikap serampangan yang menyelisihi Al-Kitab, Sunnah, dan tuntunan para ulama’.</p>
<p>* Menzholimi Orang Lain</p>
<p>Allah -‘Azza wa Jalla-, Pencipta kita telah mengharamkan perbuatan zholim atas diri-Nya dan hamba-hamba-Nya sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsiy, Allah berfirman,</p>
<p>يَا عِبَادِيْ إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بيَنْكَمُْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا</p>
<p>“Wahai segenap hamba-hamba-Ku, sesungguhnya aku telah mengharamkan perbuatan zholim atas diri-Ku dan Aku telah menjadikan hal tersebut sebagai perkara yang haram antara sesama kalian, maka janganlah kalian saling menzholimi”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2577) dari Abu Dzar -radhiyallahu ‘anhu-)</p>
<p>Dalam berbagai nas, baik Al-Qur’an, maupun sunnah, telah diterangkan bahwa perbuatan zhalim tidak pernah membawa kebaikan bagi pelakunya di dunia maupun di akhirat. Allah -Subhanahu wa Ta'ala- menyatakan dalam berbagai ayat tentang bahaya perbuatan zholim. Diantaranya, Allah -Subhanahu wa Ta'ala- berfirman,</p>
<p>وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا</p>
<p>“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zholim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. dan adalah setan ti tidak mau menolong manusia.”. (QS. Al-Furqan: 27 - 29 )</p>
<p>وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آَخَرِينَ</p>
<p>“Dan berapa banyak penduduk negeri yang zholim yang telah kami binasakan, dan kami adakan setelah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya)”. (Al-Anbiya`: 11)</p>
<p>Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- juga mengingatkan:</p>
<p>اِتَّقُوْا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</p>
<p>“Takutlah terhadap perbuatan zholim, sebab kezholiman adalah kegelapan di atas kegelapan pada hari kiamat” [HR. Al-Bukhary dalam Shohihb-nya(2447), Muslim dalam Shohih-nya (2579), dan At-Tirmidzy dalam As-Sunan (2035) dari sahabat Ibnu Umar -radhiyallahu ‘anhu-]</p>
<p>Inilah beberapa kerusakan dan pelanggaran yang ditimbulkan oleh “aksi buang bom sembarang tempat!!!” Sebenarntyamasih banyak lagi kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatan ini yang belum sempat kami paparkan seperti mencoreng citra Islam, membuat kaum muslimin jadi takut, mengadakan kerusakan di muka bumi, menjadikan orang-orang yang komitmen terhadap agamanya sebagai bahan cercaan dan celaan, merusak harta benda yang terjaga dan dilindungi dalam syariat, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Wahai saudaraku, wahai para Pengangkat bendera “jihad”, pernahkah engkau bertanya pada dirimu, “Apakah termasuk jihad, menumpahkan darah kaum muslimin??! Apakah termasuk jihad, menghalalkan darah orang-orang yang haram untuk dibunuh dan? Apakah merupakan jihad menghancurkan harta benda kaum muslimin? Apakah engkau telah berjihad membenahi dirimu dalam mempelajari ilmu dan mengamalkannya? Sudahkah engkau berjihad mengikuti Al-Qur’an dan sunnah? Apakah engkau telah mengikuti Al-Qur’an dan sunnah, walaupun menyelisihi hawa nafsumu. ketahuilah saudaraku, jihad di jalan Allah bukanlah untuk pelampiasan dan pemuas hawa nafsu, namun dia adalah ibadah yang sangat agung dan salah satu simbol agama yang suci. Ingatlah, memperbaiki masyarakat adalah tanggung jawab bersama, sebarkan ilmu syari’at Islam di tengah ummat, tegakkan hukum Allah, dan jauhilah segala sebab kerusakan dan kehancuran”.</p>
<p>Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 11 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas<br />
Sumber :<br />
http://almakassari.com/artikel-islam/aqidah/jangan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fsialkaun.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fsialkaun.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fsialkaun.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fsialkaun.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fsialkaun.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fsialkaun.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fsialkaun.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fsialkaun.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fsialkaun.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fsialkaun.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=206&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/08/26/jangan-buang-bom-di-sembarang-tempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">l5155st™</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Meraih Sukses Tiada Henti</title>
		<link>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/07/14/kiat-meraih-sukses-tiada-henti/</link>
		<comments>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/07/14/kiat-meraih-sukses-tiada-henti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 09:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l5155st™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekilas Info]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fsialkaun.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang memiliki impian untuk sukses namun dalam kenyataannya, impian untuk sukses tersebut tak diimbangi dengan langkah-langkah tepat, berani menghadapi tantangan dan modal yang cukup. Memang untuk meraih kesuksesan membutuhkan perjuangan dan proses yang panjang, tetapi bukan berarti kesuksesan itu ditentukan oleh lamanya bekerja.
Ada sekelompok orang yang telah meraih dan menikmati kesuksesannya namun berakhir dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=203&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-204" title="hadiah" src="http://fsialkaun.files.wordpress.com/2009/07/hadiah.jpg?w=122&#038;h=112" alt="hadiah" width="122" height="112" />Setiap orang memiliki impian untuk sukses namun dalam kenyataannya, impian untuk sukses tersebut tak diimbangi dengan langkah-langkah tepat, berani menghadapi tantangan dan modal yang cukup. Memang untuk meraih kesuksesan membutuhkan perjuangan dan proses yang panjang, tetapi bukan berarti kesuksesan itu ditentukan oleh lamanya bekerja.</p>
<p>Ada sekelompok orang yang telah meraih dan menikmati kesuksesannya namun berakhir dengan penyesalan karena mereka tak berusaha untuk menjaga kesuksesan itu apalagi memikirkan bagaimana agar bidang lainnya pun sukses. Simak beberapa kiat ini agar kesuksesan Anda tidak akan pernah berhenti:<span id="more-203"></span></p>
<p><strong>1. Menganalisi diri sendiri</strong><br />
Saat Anda meraih kesuksesan, cobalah bertanya apa saja yang sudah Anda kerjakan? Apa saja kelebihan Anda? Kekurangan Anda? Dan pertanyaan lainnya.</p>
<p><strong>2. Tingkatkan kemampuan</strong><br />
Kemampuan dan keahlian di bidangnya akan menentukan karir seseorang. Apapun posisi Anda dan bagaimana pun keadaan tempat Anda bekerja, kemampuan dan keahlian Anda harus diupayakan meningkat. Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian :<br />
- Belajar dari kesalahan dan pengalaman yang lalu.<br />
- Mengikuti suatu pelatihan kerja.<br />
- Banyak membaca pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan Anda.<br />
- Belajar dari keberhasilan orang lain yang berada di sekitar kita.</p>
<p><strong>3. Ciptakan Prestasi</strong><br />
Berusaha untuk menciptakan suatu prestasi di bidang yang lain. Rekan, atasan dan bawahan akan termotivasi untuk maju pula jika Anda berhasil berprestasi dibidang yang lain. Walau mungkin itu adalah suatu prestasi yang tidak besar. Dengan prestasi yang lain itu maka Anda akan lebih berpeluang untuk promosi ke jenjang yang lebih tinggi. Caranya agar dapat berprestasi adalah dengan giat mempelajari sesuatu yang baru.</p>
<p><strong>4. Tetap aktif, jangan menunggu!</strong><br />
Berbagai bentuk keaktifan:<br />
- Berusaha untuk selalu memperbaiki kerjaan Anda dengan membandingkan dengan perusahaan laen yang jenis usahanya ada kesamaan maka Anda akan menemukan kekurangan.<br />
- Bila di Perusahaan Anda ada suatu proyek baru, dan Anda sanggup mengerjakannya, maka Anda jangan sungkan untuk menyatakan kesanggupan atau menunggu untuk diperintahkan.</p>
<p>Harga dari suatu kesuksesan amatlah mahal maka jangan sampai kesuksesan itu lepas dari genggaman tangan Anda. &#8220;Semakin tinggi tempat posisi Anda berdiri, semakin kuat &#8216;angin&#8217; bertiup.&#8221; <strong>(niP)</strong></p>
<p><strong>Sumber : </strong>http://www.kapanlagi.com/a/kiat-raih-sukses-tiada-henti.html</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fsialkaun.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fsialkaun.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fsialkaun.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fsialkaun.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fsialkaun.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fsialkaun.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fsialkaun.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fsialkaun.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fsialkaun.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fsialkaun.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fsialkaun.wordpress.com&blog=4666549&post=203&subd=fsialkaun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fsialkaun.wordpress.com/2009/07/14/kiat-meraih-sukses-tiada-henti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">l5155st™</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fsialkaun.files.wordpress.com/2009/07/hadiah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hadiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>