Secuplik Tentang Qadar

Posted on 12 Desember, 2009. Filed under: Aqidah & Tauhid | Tag:, , , , |

Oleh

Dr. Nashir Ibn Abdul Karim Al’Aql

[1]. Termasuk rukun iman ialah iman kepada qadar (takdir), yang baik maupun yang buruk adalah dari Allah Ta’ala. Iman kepada qadar meliputi iman kepada setiap nash tentang qadar serta tingkatannya (diketahui, dicatat, dikehendaki dan diciptakan oleh Allah). Tidak ada seorang pun yang dapat menolak ketetapanNya atau yang dapat membatalkan keputusanNya.

[2]. Iradah (kehendak) dan amr (perintah) yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Sunnah ada dua macam:

[a] Iradah kauniyah qadariyah [1] yang pengertiannya sama dengan masyi’ah, dan amr kauny qadariy [2].

[b] Iradah syar’iyah [3] yang berarti disenangi dan dicintai Allah, dan amr syar’iy [4].

[3]. Petunjuk dan kesesatan makhluk ada di tangan Allah. Di antara makhluk ada yang diberi Allah petunjuk karena rahmat dan karuniaNya, dan ada pula yang tersesat karena keadilanNya.

[4]. Makhluk dengan segala tingkah lakunya adalah ciptaan Allah Ta’ala. Hanya Dia-lah sang Pencipta. Allah-lah yang menciptakan tingkah laku dan perbuatan makhluk.

[5]. Menetapkan bahwa segala yang diperbuat Allah ada hikmahnya dan segala usaha akan membawa hasil atas kehendak Allah Ta’ala.

[6]. Ajal telah ditulis, rezki telah dibagi dan kebahagiaan serta kesengsaraan telah ditetapkan oleh-Nya untuk seluruh umat manusia sebelum mereka diciptakan.

[7]. Berdalih dengan takdir boleh dilakukan terhadap musibah dan cobaan, namun dosa dan kesalahan tidak boleh berdalihkan dengan takdir tetapi harus bertaubat dan pelakunya berhak mendapat celaan.

[8]. Bersandar kepada usaha saja adalah syirik dalam tauhid, sedangkan meninggalkan usaha sama sekali berarti menolak ajaran agama. Menyatakan bahwa usaha tidak ada pengaruh dan hasilnya, bertentangan dengan ajaran agama dan akal. Tawakal tidak berarti meninggalkan usaha.

[Disalin dari buku Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama’ah fi Al ‘Aqidah edisi Indonesia PRINSIP-PRINSIP AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH, oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al ‘Aql, Penerbit GIP Jakarta]
_________
Foote Note
[1] Iradah Kauniyah qadariyah ialah kehendak yang berkenaan dengan takdir Allah terhadap alam semesta.
[2] Amr kauniy qadariy, yaitu perintah yang berkenaan dengan takdir Allah terhadap alam semesta. Contohnya, firman Allah dalam surat Yaasin ayat 82: “Sesungguhnya perintah Allah apabila Dia mengkehendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’, maka terjadilah ia.”
[3] Iradah syar’iyah ialah kehendak yang berkenaan dengan syari’at atau apa yang dicintai Allah dalam agama.
[4] Amr syar’iy, yaitu perintah yang berhubugnan dengan syari’at, seperti perintah tentang shalat, zakat, puasa, dan lain-lain. Makhluk mempunyai keinginan dan kehendak, tetapi keinginan dan kehendaknya itu mengikuti keinginan dan kehendak Al Khaliq.

Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/914/slash/0

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • ADMIN’S YAHOO

    -Admin Web-

  • SOCIAL WEB

  • PERHATIKAN…!

  • BANNER SAHABAT

    aL FitraH's WebLog™

    Klik!

    chasing the pretty rainbow™

    Klik! untuk mampir ke blogku

    mahabbahtedja™

  • BANNER INFO

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: